//
you're reading...
Kesehatan

Radiasi nuklir Jepang, Efek bagi kesehatan

Gempa besar 8,9 skala Richter menghantam Jepang pada Jumat 11 Maret 2011 membawa efek yang besar bagi Jepang maupun dunia. Jepang porak poranda dilanda gempa massive ini. Masalah tidak berhenti disitu, pada jam 14.01 Wib, Tsunami dahsyat mambawa ujian berat sebagai efek lanjutan gempa yang bertitik dikedalaman laut ini.

Seperti yang kita ketahui bahwa Jepang merupakan salah satu negara yang cukup sering dilanda gempa, sehingga penanganan terhadap gempa sudah sangat memadai. Dibandingkan gempa, Tsunami memiliki efek yang jauh lebih buruk. Tsunami yang melanda daratan di wilayah Miyagi dapat masuk dalam kategori Tsunami yang sangat merusak namun dengan intensitas dibawah Tsunami di Aceh.

Masalah tidak berhenti disini, tampaknya bagi Jepang tahun 2011 merupakan tahun dimana bencana datang beruntun dan silih berganti. Masalah yang paling serius saat ini adalah efek dari Tsunami yang membuat pembangkit listrik tenaga nuklir Fukushima Daiichi mengalami kebocoran.

Per tanggal : 12-04-2011 , tingkat radiasi telah dinaikkan hingga level 7, yang mengingatkan kita akan bencana nuklir Chernobyl di Ukraina pada tahun 1986 yang hingga saat ini tempat itu masih tidak dapat dihuni, dan mengakibatkan jumlah kematian penduduk yang tidak sedikit.

Pasca kebocoran nuklir di Jepang ini , orang-orang tentu akan sangat khawatir mengenai dampaknya bagi kesehatan, dan antisipasinya.

Hal yang ditakuti orang dari nuklir adalah radiasinya. dan radiasi ini dapat dengan mudah tersebar diudara dan menyebabkan serangkaian efek antara lain :

  • Radiasi dapat membuat seseorang lebih beresiko terkena penyakit kanker dan penyakit degeneratif (penyakit yang diturunkan oleh orang tua kepada anak) .
  • Radiasi seperti sinar alfa,beta dan gamma dapat menembus tembok dan atap rumah juga mengkontaminasi udara dan air, sehingga jika telah terkontaminasi maka radiasi akan menembus tubuh dan mengikuti jalan aliran darah, hal ini dapat merusak badan sel dan molekul DNA dalam hal kemampuan untuk memperbaiki, mengganti dan regenerasi sel yang telah rusak.
  • Dalam keadaan ekstrim, radiasi dapat menyebabkan kematian sel yang disebut thermalisasi, radiasi berada dalam tahap yang dapat memasak sel dari luar.

Dalam skala 200 rem, maka radiasi ini akan dapat mengakibatkan kerusakan pada sel darah, kebotakan, pendarahan dan kematian pada kasus tertentu.

Discussion

No comments yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: